BATANG-Setelah istirahat sehari, para pemain Persibat mulai latihan kembali, kemarin. Mereka sudah bisa melupakan dua kekalahan saat bertandang ke Provinsi Riau, yaitu melawan PSPS Pekanbaru (0-2) dan Persih Indragiri Hilir (0-1).
Namun, Otto Weah Davis masih kesal. Dia cedera saat pertandingan melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Rumbai, Selasa pekan lalu, baru berjalan sekitar satu menit.
’’Begitu wasit meniup peluit kick off, saya dapat bola. Tiba-tiba dua pemain lawan menerjang kaki kiri. Akibatnya fatal, karena saya harus ditandu dan digantikan Doni Indra,’’ ujar striker asal Liberia itu.
’’Sebenarnya saya sudah mendapat informasi dari teman-teman agar hati-hati bermain di Pekanbaru. Ternyata benar,’’ tandasnya, saat diurut masseur Suwondo.
Sejak itu, dia tidak bisa turun ke lapangan, termasuk saat melawan Persih di Stadion Beringin, Tembilahan, Sabtu lalu. Kaki kirinya bengkak, sehingga untuk berjalan saja sulit. Tentu saja dia tidak bisa menjalani latihan. ’’Dia harus istirahat,’’ ujar pelatih Jessie Mustamu.
Berenang
Untuk program latihan, Jessie mengaku besok akan mengajak anak-anak asuhannya berenang. Jumat dan Sabtu kembali latihan normal.
Sekalipun gagal meraih poin dalam dua partai terakhirnya, Persibat tetap optimistis menyongsong pertandingan berikutnya. ’’Kami ingin kesegaran. Penat dan jenuh sekali, mudah-mudahan ada hiburan,’’ ujar seorang pemain seusai latihan.
Sekretaris Manajer M Abdul Rachman meminta para pemainnya melupakan kekalahan. Dalam pertandingan, kalah atau menang disebutnya wajar.
’’Kekalahan saat bermain tandang jangan dijadikan beban. Bangkitkan kembali semangat menghadapi pertandingan minggu depan melawan Semen Padang dan PSP Padang,’’ ujarnya.
Asisten Manajer Haryo Deko Dewo, meminta pemain kembali bersemangat. Pertandingan di kandang diharapkan menjadi momentum kebangkitan.
’’Segarkan kembali fisik dan konsentrasi. Kepada suporter kami berharap untuk tetap memberikan dukungan bagi anak-anak, karena mereka telah bermain dengan motivasi tinggi. Hanya belum beruntung,’’ kata Deko.(ar-22)
Baca Selengkapnya..
Namun, Otto Weah Davis masih kesal. Dia cedera saat pertandingan melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Rumbai, Selasa pekan lalu, baru berjalan sekitar satu menit.
’’Begitu wasit meniup peluit kick off, saya dapat bola. Tiba-tiba dua pemain lawan menerjang kaki kiri. Akibatnya fatal, karena saya harus ditandu dan digantikan Doni Indra,’’ ujar striker asal Liberia itu.
’’Sebenarnya saya sudah mendapat informasi dari teman-teman agar hati-hati bermain di Pekanbaru. Ternyata benar,’’ tandasnya, saat diurut masseur Suwondo.
Sejak itu, dia tidak bisa turun ke lapangan, termasuk saat melawan Persih di Stadion Beringin, Tembilahan, Sabtu lalu. Kaki kirinya bengkak, sehingga untuk berjalan saja sulit. Tentu saja dia tidak bisa menjalani latihan. ’’Dia harus istirahat,’’ ujar pelatih Jessie Mustamu.
Berenang
Untuk program latihan, Jessie mengaku besok akan mengajak anak-anak asuhannya berenang. Jumat dan Sabtu kembali latihan normal.
Sekalipun gagal meraih poin dalam dua partai terakhirnya, Persibat tetap optimistis menyongsong pertandingan berikutnya. ’’Kami ingin kesegaran. Penat dan jenuh sekali, mudah-mudahan ada hiburan,’’ ujar seorang pemain seusai latihan.
Sekretaris Manajer M Abdul Rachman meminta para pemainnya melupakan kekalahan. Dalam pertandingan, kalah atau menang disebutnya wajar.
’’Kekalahan saat bermain tandang jangan dijadikan beban. Bangkitkan kembali semangat menghadapi pertandingan minggu depan melawan Semen Padang dan PSP Padang,’’ ujarnya.
Asisten Manajer Haryo Deko Dewo, meminta pemain kembali bersemangat. Pertandingan di kandang diharapkan menjadi momentum kebangkitan.
’’Segarkan kembali fisik dan konsentrasi. Kepada suporter kami berharap untuk tetap memberikan dukungan bagi anak-anak, karena mereka telah bermain dengan motivasi tinggi. Hanya belum beruntung,’’ kata Deko.(ar-22)






