Berita Terbaru
Obama Will Change Busf Policy
U.S. President Barack Obama will change several numbers of controversial policies by President George W. Bush, including the restriction of the parent embryo cell research [...]
Persibat Yakin Lolos
BATANG- Persibat Batang bertekad memenangi pertandingan melawan Persikad Depok di babak ’’48 Besar’’ Copa Djie Sam Soe Indonesia, Sabtu (13/12) ini, mulai pukul 15.00 di Stadion M Sarengat. Pertandingan diperkirakan berlangsung seru karena merupakan partai balas dendam. [...]
Dukung Timnas, Parpol Ikut Sesaki GBK
Jakarta - Perjuangan hidup-mati tim nasional Indonesia menghadapi Thailand di semifinal Piala AFF tak cuma didukung gibol tanah air. Demi menambah motivasi Ponaryo cs, partai politik juga akan datang memadati GBK. [...]
Indonesia Seperti Melawan Tsunami
Jakarta - Dengan sudah empat kali menjuarai Piala AFF, Thailand adalah lawan berat yang harus dihadapi Indonesia. Benny Dollo malah menyamakan tim Gajah Putih seperti gelombang tsunami. [...]Klasmen Sementara
| Klub | M |
W |
D |
L |
P |
|---|---|---|---|---|---|
| PSPS | 14 |
8 |
3 |
3 |
27 |
| Persisam | 14 |
7 |
4 |
3 |
25 |
| Mitra Kukar | 14 |
8 |
1 |
5 |
25 |
| Semen Padang | 14 |
6 |
6 |
2 |
24 |
| Persikabo | 14 |
6 |
4 |
4 |
22 |
| Persiraja | 14 |
6 |
3 |
5 |
21 |
| PSSB | 14 |
6 |
2 |
6 |
20 |
| Persikab | 14 |
6 |
2 |
6 |
20 |
| Persikad | 14 |
6 |
1 |
7 |
19 |
| Persih | 14 |
5 |
3 |
6 |
18 |
| PSDS | 14 |
5 |
3 |
6 |
18 |
| Persikota | 14 |
4 |
4 |
6 |
16 |
| Persibat | 14 |
5 |
1 |
8 |
16 |
| PSP | 14 |
3 |
4 |
7 |
13 |
| PSAP | 14 |
2 |
3 |
9 |
9 |
Indonesia Seperti Melawan Tsunami

Jakarta - Dengan sudah empat kali menjuarai Piala AFF, Thailand adalah lawan berat yang harus dihadapi Indonesia. Benny Dollo malah menyamakan tim Gajah Putih seperti gelombang tsunami.
Thailand bukan cuma lebih hebat karena empat tropi Piala AFF yang sudah mereka menangi. Dalam beberapa pertemuan terakhir di berbagai ajang berbeda, Pasukan Merah Putih juga lebih sering kandas di kaki Tim Gajah Putih.
Menyusul kekalahan 0-2 atas Singapura di pertandingan terakhir fase grup, Bendol pun menerima banyak kritikan. Jelang pertarungan hidup-mati menghadapi Thailand di leg pertama laga semifinal, dia meminta seluruh rakyat Indonesia mendukungnya.
"Saya tak bisa menghadapi tsunami ini sendirian. Saya butuh dukungan dari pemerintah, PSSI dan masyarakat," ungkap Bendol dalam konefrensi persi di Anggrek Ballroom Hotel Sultan, Senin (155/12/2008).
"Persiapan kami sungguh minim. Waktu yang diberikan (jeda pertandingan) sangatlah singkat. Saya bukan tukang sulap yang bisa membuat tim menjadi bagus dalam waktu singkat," sambung dia.
Saat menghadapi Singapura, Indonesia sesungguhnya tampil dominan dan lebih mengausai jalannya pertandingan. Namun ketidakmampuan dalam penyelesaian akhir akhirnya mengantar sang juara bertahan memetik kemenangan 2-0.
"Para pemain saya akui sangat lemah dalam shooting power dan endurance. Bahkan saat kehilangan bola di lapangan tengah, mereka malah jogkok saja dan tidak berlari," ucapnya sambil tertawa kecil mengkritik perfoma anak didiknya.
Bendol juga menolak kalau pemainnya dianggap punya beban yang besar saat menghadapi Thailand karena akan bernmain di depan pendukung sendiri. Menurutnya, baik Indonesia maupun Thailand punya tekanan yang relatif sama.
"Speed dan power mereka bagus. Selalu berusaha merebut bola saat kehilangan. Attacking mereka sangatlah batgus. Tapi kedua kedua tim punya beban yang sama," pungkas dia.
Dukung Timnas, Parpol Ikut Sesaki GBK

Jakarta - Perjuangan hidup-mati tim nasional Indonesia menghadapi Thailand di semifinal Piala AFF tak cuma didukung gibol tanah air. Demi menambah motivasi Ponaryo cs, partai politik juga akan datang memadati GBK.
Cuma duduk di posisi dua klasemen Grup A, Indonesia harus bertemu Thailand di semifinal Piala AFF. Ini bakal jadi perjuangan berat lantaran Tim Gajah Putih sudah tiga kali jadi juara dan punya rekor pertemuan yang bagus atas Indonesia.
Seperti tiga pertandingan di fase grup lalu, Stadion Utama Gelora Bung Karno pastinya akan dipadati pendukung timnas. Namun untuk laga Selasa (16/12/2008) besok akan ada suasana yang berbeda karena kehadiran ribuan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera yang akan ikut memberi dukungan.
Sejumlah tokoh dan pejabat publik PKS juga akan hadir, di antaranya adalah pasangan mantan cagub dan cawagub DKI Jakarta Adang Daradjatun dan Dani Awar, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Triwisaksana, Rama Pratama (Anggota DPR RI), dan sejumlah calon anggota legislatif PKS dari daerah pemilihan DKI Jakarta.
"Dalam sepak bola ada istilah penonton adalah pemain yang kedua belas, jadi kita berharap dengan tambahan 'pemain' ini timnas kita bisa memenangkan pertandingan," ungkap Triwaksana dalam rilis yang diterima detiksport, Senin (15/12/2008).
Sani mengemukakan, kegiatan ini merupakan inisiatif sayap organisasi PKS di bidang kepemudaan, Gema Keadilan. Gema Keadilan yang mengorganisir kader dan simpatisan PKS untuk hadir memberikan dukungan kepada timnas.
"Thailand merupakan tim kuat dalam sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Dalam sejumlah pertemuan timnas kita lebih banyak kalahnya. Kita berharap dengan dukungan masyarakat Indonesia yang ramai-ramai datang ke stadion bisa menambah semangat bertanding pemain-pemain kita," jelas Ketua Nasional Gema Keadilan, Rama Pratama.
Rama pun berharap dukungan penuh dari publik Senayan akan mampu menulang sukses pasukan merah putih di Piala Asia 2007 lalu saat mampu mengimbangi permainan Arab Saudi dan Korea Selatan. "Saat itu kita hanya kalah 1- 0 dari kesebebelasan Korea Selatan," imbuh dia.
Persibat Yakin Lolos
BATANG- Persibat Batang bertekad memenangi pertandingan melawan Persikad Depok di babak ’’48 Besar’’ Copa Djie Sam Soe Indonesia, Sabtu (13/12) ini, mulai pukul 15.00 di Stadion M Sarengat. Pertandingan diperkirakan berlangsung seru karena merupakan partai balas dendam.
Pada leg pertama di Stadion Merpati Depok, Persibat menyerah 1-2. Dengan para pemain amat termotivasi untuk membalas kekalahan, tim berjuluk Banteng Alas Roban itu yakin lolos ke babak 24 Besar. Kemenangan 1-0 sudah cukup bagi Persibat untuk memegang penuh selembar tiket ke 24 Besar. ’’Sudah menjadi motivasi anak-anak, pertandingan sore nanti harus menang. Ini tekad mereka. Tapi tentu saja kami juga berharap dukungan dari suporter,’’ ujar pelatih Persibat, Jessie Mustamu.
Pada pertandingan sore nanti, striker Otto Weah belum bisa diturunkan. Pemain asal Liberia itu belum tuntas mengurus administrasi kartu izin tinggal sementara (Kitas). Namun masih ada dua legiun asing, yaitu kapten Silla Bamba dan Mousa Toure, yang siap diterjunkan di lapangan. ’’Kami siap. Harapan kami, masyarakat Batang berbondong-bondong mendukung,’’ ujar Silla.
Bupati Bambang Bintoro yang juga ketua umum Persibat menargetkan timnya memenangi pertandingan. ’’Bermain di kandang harus menang. Saya pesan, bermainlah dengan semangat juang yang tinggi,’’ tegasnya.
Asisten manajer Haryo Deko Dewo berharap pertandingan nanti benar-benar menjadi milik Persibat. Sementara itu, Persikad yang semula dijadwalkan datang hari Kamis ternyata sampai Jumat sore belum tiba di Batang. Padahal, panitia sudah menyediakan waktu untuk mencoba lapangan. Sekretaris Persibat, Abdul Rahman ketika dikonfirmasi menjelaskan, rombongan Persikad baru berangkat dari Depok siang kemarin. (ar-40)
Sepakbola Adalah Harga Diri
Kata para ahli harga diri ini berkaitan dengan dua hal, yaitu perasaan kompetensi pribadi dan perasaan nilai pribadi. Atau dengan kata lain harga diri itu merupakan perpaduan antara kepercayaan diri dan penghormatan diri. Mempunyai harga diri yang kuat artinya merasa cocok dengan kehidupan dan penuh keyakinan, yaitu mempunyai kompetensi dan sanggup mengatasi masalah-masalah kehidupan.
Sepakbola Indonesia memang menghadirkan banyak hal yang bersifat unik. Kadang keunikan ini menjadikan kondisi persepakbolaan Indonesia memiliki tontonan asyik diluar permainan teknis yang disuguhkan.
Sebagian orang memplesetkan keunikan tersebut dengan memberi contoh Sepakbola Indonesia memiliki keunikan tersendiri sebagai "multi olahraga". Seperti cabang olahraga Triathlon yang menggabungkan beberapa cabang olehraga atletik. Sepakbola Indonesia juga menggabungkan cabang olahraga lain kedalamnya, seperti pencak silat, karate, kungfu, dan lain sebagainya. Hal ini digunakan untuk menyindir pelaku persepakbolaan Indonesia entah pemain, suporter, aparat maupun official team yang menggunakan keahlian beladirinya untuk menganiaya "lawan". Utamanya adalah wasit.
Banyak pendapat mempresentasikan bahwa Persepakbolaan Indonesia dipenuhi oleh konspirasi tingkat tinggi yang bermuara pada Badan/Organisasi yang mengurusi Liga itu sendiri. Melihat iklim pemerintahan di Indonesia itu sendiri saya kira sudah mewakili bagaimana birokratisme itu melanda persepakbolaan Indonesia, bagaimana pula budaya "KKN" masih meracuni negeri ini sampai ke cabang olahraga.
Semua hal diatas tentulah berhubungan dengan efek prestise. Tujuannya jelas untuk menjadi yang terbaik, terhebat, meski dilalui oleh kompetisi yang tidak sehat. Semuanya saling tuding siapa yang salah dan siapa yang benar, meski dirinya sendiri tampak tidak mengakui bahwa ia turut serta dalam membuat kesalahan itu.
Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman budaya dan adat istiadat. Selain itu secara desentralisasi Indonesia memiliki puluhan provinsi dan ratusan kota/kabupaten. Tiap kota/kabupaten memiliki minimal sebuah tim sepakbola. Hal inilah konsep nyata dari pembinaan bola di Indonesia serta warisan dari Liga eks Perserikatan dulu. Meski banyak klub eks perserikatan yang "terpaksa" vakum karenanya.
Sepakbola memunculkan kebanggan. Hal ini berlaku di Indonesia tentunya. Setiap tim dipaksa untuk mereguk kemenangan demi kemenangan untuk tujuan akhir, meraih prestasi dan mempertahankan prestise. Meski klub tersebut mewakili daerahnya bertanding, yang terpenting mereka bisa meraih prestise bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik dengan mengalahkan tim dan daerah lainnya.
Inilah sepakbola prestise dan harga diri. Liga Indonesia dipenuhi hal semacam ini. Hingga pada akhirnya sampai memunculkan persaingan yang tidak sehat. Ada yang klub yang menjalin konspirasi dengan Organisasi yang mengurusi Liga ini, hingga jor-joran uang untuk membentuk sebuah The Dream Team. Dampaknya Klub-Klub kecil dipaksa untuk tidak mampu bersaing dengan klub besar. Meski antara klub besar dan kecil itu tidak ada bedanya, sama-sama memiliki dana yang bersumber pada uang rakyat.
Di sisi lain akibat persaingan itu memunculkan sebuah perang harga diri. Ini bukanlah perang yang didominasi oleh sebuah klub saja, namun sampai menyeluruh hingga suporternya dan gairah kehidupan di daerahnya masing-masing.
Terkadang persaingan yang berujung pada prestise dan harga diri itu menimbulkan aura negatif. Contohnya apabila dua kubu memiliki sifat yang keras dan tidak mau mengalah untuk menunjukkan siapa yang terbaik. Hal ini tidaklah menjadi masalah apabila mereka didukung jiwa sportivitas yang tinggi. Tapi jika tidak bersiaplah untuk hal yang tidak diinginkan.
Terpenting dari hal diatas adalah sedini mungkin kita bisa meningkatkan kualitas sistem kompetisi persepakbolaan Indonesia. Wujudkan perilaku sportivitas dan fair play di kalangan pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam persepakbolaan Indonesia itu sendiri.
Penulis : Oke Suko Raharjo ( Aremania )

